Berita

SEMINAR NASIONAL DALAM RANGKA BULAN INKLUSI NASIONAL TAHUN 2018

Bulan Inklusi Keuangan adalah kegiatan inklusi keuangan yang dilaksanakan oleh OJK, Kementrian/Lembaga, Lembaga Jasa Keuangan, dan stakeholders terkait secara serentak di seluruh wilayah Indonesia selama bulan Oktober dalam rangka mencapai peningkatan inklusi keuangan yang signifikan. Sedangkan definisi dari Inklusi keuangan adalah “Ketersediaan akses pada berbagai lembaga, produk dan layanan jasa keuangan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.” Latar belakang diadakanya inklusi keuangan adalah : (1) Produk dan jasa keuangan semakin beragam baik jumlah maupun jenisnya sehingga diperlukan pengenalan dan edukasi produk keuangan kepada masyarakat. (2) Diperlukan suatu Loyalty Program  yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat untuk meningkatkan minat masyarakat terhadap produk dan jasa Keuangan. (3) Hasil survei tingkat literasi dan inklusi masyarakat terhadap industri keuangan masih relatif rendah. (4) Sebagai bentuk implementasi Perpres No.82 Tahun 2016 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI)

Pada hakikatnya, layanan keuangan tersedia bagi seluruh segmen masyarakat dari berbagai daerah dan wilayah. Sementara itu, visi nasional keuangan inklusif dari BI dirumuskan, yakni mewujudkan sistem keuangan yang dapat diakses seluruh lapisan masyarakat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, penanggulangan kemiskinan, pemerataan pendapatan, dan terciptanya stabilitas sistem keuangan di Indonesia.

Faktanya, hingga saat ini akses keuangan di Indonesia masih belum merata. Menurut data Global Findex 2014, tercatat orang Indonesia yang memiliki akses dengan lembaga keuangan hanya sekitar 36%, sisanya masih tergolong unbankable atau belum tersentuh akses keuangan. Atas dasar inilah, Negara berkeinginan meningkatkan akses keuangan di semua lapisan masyarakat. Hal ini telah diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) No. 82 Tahun 2016 yang juga menjadi awal dari langkah menjalankan program inklusi keuangan.

Apabila inklusi keuangan terwujud, berbagai keuntungan akan dirasakan. Inilah keuntungan-keuntungan dari inklusi keuangan seperti yang dikutip dari www.bi.go.id.

  1. Meningkatkan efisiensi ekonomi.
  2. Mendukung stabilitas sistem keuangan.
  3. Mengurangi shadow banking atau irresponsible finance.
  4. Mendukung pendalaman pasar keuangan.
  5. Memberikan potensi pasar baru bagi perbankan.
  6. Mendukung peningkatan Human Development Index (HDI) Indonesia.
  7. Berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi lokal dan nasional yang sustain dan berkelanjutan.
  8. Mengurangi kesenjangan (inequality) dan rigiditas low income trap sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang pada akhirnya berujung pada penurunan tingkat kemiskinan.

Lembaga jasa keuangan di Indonesia didorong untuk dapat memberikan pembiayaan yang sangat dibutuhkan oleh usaha mikro, kecil dan menengah, serta mendukung pencapaian tujuan pemerintah Indonesia dalam hal inklusi finansial. Terdapat 58 juta usaha mikro, kecil dan menengah di Indonesia, yang mempekerjakan 89% tenaga kerja sektor swasta, dan berkontribusi hingga 60% dari PDB. Meski demikian, secara keseluruhan Indonesia telah mengambil langkah-langkah penting untuk meningkatkan inklusi finansial. Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah ( UMKM) di Indonesia dinilai masih sulit untuk mendapatkan kredit usaha. Hambatan ini sekaligus dinilai sebagai peluang bagi perusahaan pembiayaan untuk masuk meningkatkan inklusi finansial di kalangan para pelaku UMKM.

Sebagai bentuk partisipasi dan ikut mensukseskan Kegiatan Inklusi keuangan Nasional pada bulan Oktober 2018.  PT. Multindo Auto Finance berkolaborasi dengan SMK Negeri 1 Klaten, Bank BRI Cabang Klaten, Bareksa dan Asosiasi Dana Pensiun Indonesia akan menyelenggarakan seminar nasional dengan tema "Mengembangkan UMKM dengan Pengenalan Sejak Dini Kewirausahaan Kepada Anak Didik". Seminar pengenalan kewirausahaan ini diharapkan dapat membantu para peserta untuk memahami filosofi kewirausahaan. Peserta juga akan dibekali dengan kemampuan untuk mengidentifikasi peluang-peluang usaha yang bisa dimanfaatkan bahkan sejak di bangku SMK. Seminar ini juga akan memperkenalkan peserta kepada berbagai bentuk wirausaha yang prospektif untuk digeluti dan bagaimana perencanaan pendirian serta pengelolaannya. Tujuan dari diselenggarakannya kegiatan ini adalah :

  1. Memberikan pemahaman kepada peserta tentang tahapan-tahapan berwirausaha.
  2. Membuka wawasan peserta betapa penting peran wirausaha dalam pertumbuhan Ekonomi Nasional.
  3. Memberikan pembekalan tentang strategi bisnis terutama dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat.
  4. Memperkenalkan pentingnya teknologi  informasi  dalam perencanaan dan pengelolaan usaha.
  5. Memperkenalkan lembaga keuangan yang dapat bekerjasama dalam menyediakan permodalan dalam menjalankan usaha.

Direktur PT. Multindo Auto Finance akan mengisi kegiatan dengan materi  Pengenalan Perusahaan Pembiayaan hingga produk-produk yang tersedia pada Perusahaan Pembiayaan. Dengan harapan para pelaku usaha UMKM mendapatkan gambaran yang jelas menganai bagaimana cara mereka mendapatkan modal usaha dengan mudah.

Konsistensi Perusahaan Di Tengah Perubahan Bisnis

Industri keuangan menghadapi tantangan yang cukup berat dari perubahan perilaku konsumen, maupun ketidakpastian kondisi ekonomi. Perkembangan teknologi digital, diyakini memberikan pengaruh besar bagi perusahaan finansial dalam mengubah layanan kepada para nasabah. Adapun kondisi ekonomi makro yang masih memiliki sejumlah masalah struktural, membuat industri keuangan banyak menunggu, sambil memanfaatkan momentum sekecil mungkin untuk ekspansi. Namun, tingkat literasi keuangan yang masih rendah, tetap menjadikan Indonesia pasar yang potensial.

 

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara memberikan kata sambutan pada acara Bisnis Indonesia Financial Awards 2018, di Raffles Hotel Jakarta, Senin malam (27/8). JIBI/Bisnis/Dedi Gunawan

Sumber : foto.bisnis.com

Dalam situasi yang tidak mudah, perusahaan-perusahan finansial yang mampu menorehkan prestasi, serta memiliki konsisten kinerja keuangan dan menjalankan tata kelola perusahaan yang baik selayaknya mendapatkan apresiasi. Atas dasar inilah Bisnis Indonesia menyelenggarakan Bisnis Indonesia Financial Award (BIFA) 2018. BIFA 2018 adalah penghargaan yang diberikan kepada perusahaan finansial di Indonesia. Harian Bisnis Indonesia menganugerahkan award kepada perbankan, asuransi, dan multifinance. Penyelenggaraan BIFA 2018 merupakan yang kedua kalinya setelah evolusi dari Bisnis Indonesia Banking Award (BIBA) kepada bank yang paling efi sien dan memiliki kinerja terbaik, dan Bisnis Indonesia Insurance Award (BIIA) untuk asuransi.

Dalam acara yang digelar di Raffles Hotel Ciputra World I, Jakarta, pada Senin, 27 Agustus 2018, tersebut Harian Bisnis Indonesia memberikan penghargaan kepada perusahaan-perusahaan finansial yang berhasil menorehkan kinerja dan prestasi gemilang. BIFA 2018 akan menilai lembaga keuangan meliputi perbankan, asuransi dan multifinance berdasarkan efisiensi dan memiliki kinerja terbaik selama beberapa tahun terakhir.